alasan enterpreneur selalu berwasiat: “MULAI!”

Image for start timeAda yang unik di seminar entrepreneurship yang diselenggarakan oleh IA-ITB “Seminar dan Mentoring Bisnis – Creating Your Own Destiny Through Enterpreneurship” pada 6 Juni 2012 di Aula Timur ITB, yaitu penyelenggaraan mentoringnya. Saat mentoring (sesi kedua setelah seminar), peserta dibagi ke dalam tiga kelompok yang lebih kecil menyesuaikan dengan jumlah pembicara (ada tiga pembicara saat itu). Kemudian di dalam kelompok kecil ini, peserta dan pembicara dapat berdiskusi lebih intens dengan dipandu oleh seorang moderator.

Saat moderator membuka diskusi dan mempersilakan penanya pertama saya langsung mengangkat tangan dan bertanya kepada mentor kelompok saya, Bapak Denni Andri – President Director Taka Turbomachinery, “Pak, dalam status kita sebagai mahasiswa, apakah sebaiknya kita memulai usaha secepatnya ataukah menunda hingga kelulusan didapat terlebih dulu?” Ada baiknya anda mengetahui peserta yang hadir saat itu kebanyakan adalah para alumni yang sudah memiliki bisnis yang cukup besar untuk standar saya, tetapi saya menepis rasa malu saya untuk menanyakan hal tersebut, walaupun saya sebenarnya sudah dapat menduga apa jawabannya, tetapi saya ingin tau bagaimana Pak Denni berpendapat tentang hal ini.

Berikut ini adalah jawaban beliau menjawab pertanyaan saya hingga pertanyaan terakhir dari diskusi yang sungguh menarik dan saya rangkumkan menjadi sebuah paragraf.

“Tantangan setelah lulus jauh lebih banyak tanggung jawabnya dibandingkan dengan ketika masih menjadi mahasiswa. Jadi tidak ada alasan menunggu atau menunda membangun usaha. Kita harus bisa membagi fokus ke seluruh bidang. Time management adalah clue penting bagi entrepreneur. Enterprenuer juga manajer dari seluruh manajer. Manajer yang baik adalah seseorang yang bisa mengubah orang, dari negated menjadi positif misalnya. Ia juga harus menjadi pembelajar yang baik dari kehidupan. People say something doesn’t kill makes you stronger. Selama pengalaman yang kita dapat tidak sampai membunuh kita, maka percayalah hal itu membuat kita semakin kuat dalam hidup ini. Pelatihan harus diberikan kepada karyawan agar dapat memenuhi standar yang kita inginkan. Kita harus bisa mendelegasikan tugas karena kita tidak mungkin mengerjakan semua hal. Untuk itu, sebaiknya pilihlah orang yang tepat sebagai rekan kerja anda. Right men on the right place. Hal yang penting juga adalah networking. Build the network – maintain – use. Pada prinsipnya tidak peduli apakah anda pintar, bego, negro, putih, pendek, tinggi, if you nice to me I’ll be nice to you. Company run by system so design a good system.”

Dan benar saja, beberapa hari kemudian saya mulai menjalankan usaha saya, saya mengerti kenapa selalu disuruh mulai saja tidak peduli apapun keadaannya. Benar kata pendahulu, untuk seorang entrepreneur yang penting di awal adalah MULAI! Bukan memiliki sistem bagus dan sempurna. Karena dari mulainya usaha, kita akan memperoleh inspirasi-inspirasi yang tidak akan didapat kecuali kita memulai! Dan kebijakan yang akan dirancang lebih tepat dan sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, untuk anda yang belum memulai, sebaiknya anda mulai segera atau anda akan menyesal! Proof it!

Seperti yang Pak Denni jelaskan di awal diskusi, kita takut membuka usaha saat mahasiswa karena adanya perkuliahan yang seperti setan menghantui kita kalau kalau nanti kita tidak dapat membagi fokus dan gagal di keduanya (usaha dan kuliah). Tetapi coba pikir, setelah lulus nanti apakah kita tidak akan mengemban amanah yang lebih besar dari kuliah? Menjadi kepala rumah tangga misalnya? Menurut saya sih, lebih baik gagal sekarang daripada nanti (setelah kelulusan). Karena kalau kita gagal nanti dampak yang kita dapatkan lebih berbahaya jika dibandingkan kita gagal saat ini. Selain itu, pengalaman juga hal yang hanya bisa kita dapatkan dengan benar-benar pernah melakukan sesuatu. Semakin banyak pengalaman kita, maka semakin ahli kita di bidang itu. Semakin cepat kita memulai usaha, maka semakin banyak pengalaman kita di sana, semakin cepat pula kita menjadi ahli.

Coward doesn’t try. B)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s