facebook – teknologi makan tuan

image for facebook and mark

Teknologi bisa dimanfaatkan untuk hal baik dan sebaliknya. Saya pikir semua hal seperti itu. Kalo kamu mengetahui asal usul facebook, mungkin kamu sadar apa yang kamu lakukan sekarang dengan facebook jauh lebih expert dari hal yang awalnya diinginkan Mark Zuckerberg (facebook founder), yaitu sebagai social network untuk mahasiswa/i Harvard dengan orang-orang luar pengagum mereka (ya bisa dibilang untuk mendapatkan teman kencan kali ya).

Saat saya mengetahui adanya facebook awalnya saya tidak tertarik. Setahun pertama bahkan saya belum benar-benar mengerti kenapa orang-orang sangat mengagumi web bercorak biru putih ini. Saat mulai memasuki fase adducti (Latin artinya terpengaruh), saya menjadi keranjingan mencoba mengorek apa yang ada dalam web ini dan keranjingan meng-update status, tetapi saat itu saya belum bisa membedakan page dan group. Lucu sekali.

Manfaat facebook yang benar-benar saya rasakan adalah menghubungkan saya dan teman-teman seolah-olah lebih dekat, walaupun pada kenyataannya terpisah jauh di belahan bumi. Selalu muncul kabar-kabar dari mereka di homepage facebook saya ketika saya membukanya. Ini yang membuat seolah-olah mereka selalu ada di samping saya dan saya mengetahui kabarnya. Selain itu, informasi dengan cepat dan luas sangat mudah disebarluaskan menggunakan facebook (dan untuk hal kecepatan informasi mungkin twitter menempati posisi pertama).

Sayangnya, terkadang kita tidak terlalu bijak dalam memanfaatkan teknologi, sehingga berakibat fatal. Facebook bahkan mampu mengendalikan anda. Itu yang pernah saya rasakan. Seperti setiap hari saya harus membuka facebook karena informasi sangat deras mengalir di sini. Dan bagi sebagian orang facebook benar-benar telah menjadi life style. Tanpa terasa facebook telah merampas waktu saya di dunia nyata dan membiarkan saya menduduki kursi saya, memandangi web biru-putih yang tampil dari layar laptop, dan membetahkan saya menjajaki dunia maya, sambil sekali-kali menggunakan google dan email atau mengakses web-web lainnya. Itu tidak penting! Kenyataannya adalah berjam-jam saya terduduk di depan laptop saya mengabaikan masalah-masalah nyata yang harusnya saya selesaikan, atau lebih tepatnya KITA SELESAIKAN! Ya saya sedang mengklaim kamu juga terlibat banyak dalam hal ini, mengakses facebook terlalu sering.

Parahnya justifikasi yang saya lakukan adalah “Bagaimana mungkin saya tidak mengakses facebook? Ini kan era informasi, saya bisa ketinggalan informasi!” Padahal informasi yang saya dapatkan tidak sebanyak yang saya bayangkan dan yang kalimat di atas siratkan. Facebook itu penting, tapi tidak begitu penting! Informasi bisa didapatkan darimana saja. Kenapa kita tidak mencoba untuk mendapatkan informasi dengan hal lain yang lebih mendatangkan manfaat ketika kita mencoba mendapatkannya, bukan hanya diam mematung di depan layar! Kita bisa mendapatkan informasi dengan berinteraksi dengan manusia, bukan hanya dengan benda mati. Saat kita berinteraksi benefit yang kita dapatkan (selain informasi yang kita butuhkan) adalah hubungan interpersonal langsung – dan ini tidak akan kita dapatkan melalui facebook. Dan kalau mau saya akui, di depan facebook saya lebih banyak mendapatkan informasi-informasi yang justru tidak terlalu penting. Jadi sebenarnya saya telah dikendalikan facebook.

Sepulangnya dari Latihan Kepemimpinan ITB 2012, saya menyadari betul saya sangat bodoh dan kekurangan informasi. Saya hanya mengetahui beberapa bidang yang saya minati dan nyaris buta dengan hal-hal lainnya. Akhirnya saya berusaha mencari cara bagaimana agar saya tidak statis seperti saat itu dan saya tau bukan lebih sering mengakses facebook jawabannya!

Kemudian saya menemukannya, yaitu dengan membaca banyak buku dan mendengar radio. Saya menyukai buku dari dulu, tetapi ada fase saya berhenti karena saya merasa setelah saya membaca suatu buku, saya tidak benar-benar bisa mengingat apa yang ada di dalam buku itu. Sehingga, saya pikir untuk apa lama-lama membacanya kemudian melupakannya? Dan sejak saat itu saya meninggalkan buku. Ternyata ada kesalahan cara membaca buku. Percaya atau tidak, kita tidak mengembangkan kemampuan membaca kita setelah SD – Sekolah Dasar! Itu yang dikemukakan Martimore J. Adler dalam bukunya “How to read a book”. Dan setelah membaca buku “peta membaca terbaik” ini saya optimis kembali bahwa buku adalah salah satu sumber yang memegang porsi terbesar dalam menyampaikan informasi dengan baik. Sejak itu, saya membeli banyak buku dan berniat keras wajib membaca buku selama dua jam setiap hari.

Ada satu kebiasaan super lagi, yaitu mendengarkan radio. Radio memungkinkan kita untuk memanfaatkan kondisi yang tidak membutuhkan banyak fokus tetapi harus melaluinya atau melakukannya sambil mendapatkan informasi. Di dalam perjalanan –dengar radio, saat mengerjakan tugas organisasi –dengar radio, saat mendesain –dengar radio, saat mencuci baju –dengar radio, nyetrika –radio, bahkan di kamar mandi pun sambil nyetel radio, pokoknya selama kondisi itu memungkinkan saya menyetel radio, saya manfaatkan. Dan radio favorit saya sampai saat ini adalah Elshinta, walaupun terkadang banyak iklan-iklan yang kurang informatif, tetapi mau gimana lagi? Pindah ke channel lain juga isinya paling lagu sama kirim salam –sampah. Kalo aja bisa menangkap frekuensi BBC dan CNN, tentu saya akan sangat senang!

Sekarang saya tidak terlalu peduli lagi dengan notifikasi facebook yang berpuluh-puluh, mungkin nanti akan lebih dari seratus. Dulu saya selalu mereset notifikasi ini dengan sabarnya membukanya satu persatu. Now, who cares? Mungkin kamu akan melihat saya tidak akan seresponsif dulu yang selalu hadir berkomentar. Kalo memang penting ya silakan message, post di wall saya, atau bahkan telpon saya, definitely silakan. Dengan ini saya merasa mengendalikan facebook saya.

Written by: Iqbal Novramadani – Alumni SDN 19 Bengkulu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s