pilihlah karena kau yakin menyukainya dan paling banyak manfaatnya

 بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah yang Mahapengasih Mahapenyayang.

 السلام عليكم ورحمة الله و بركته
Semoga kesejahteraan, rahmat, dan barakah Allah dilimpahkan kepadamu.

ChoicesKita membuat pilihan dalam setiap kesempatan hidup kita, jika pilihan itu memang ada. Saya teringat sebuah kalimat yang cukup benar, kurang lebih disampaikan seperti ini: “Siapa yang membuat pilihan dengan sungguh-sungguh hari ini, maka ia akan dimudahkan esok hari”. Ada juga orang yang berkata bahwa nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia adalah hak untuk memilih. Saya agak setuju. Namun, coba anda perhatikan, betapa banyak orang yang menyesal di dunia ini. Ingat, seseorang hanya akan menyesal ketika dia sadar telah memilih hal yang salah, bukan karena dia dipaksa.

Baiklah, mari kita masuk ke dalam pembahasan, pertanyaannya:

1. Kenapa kita harus memilih?

Kita memilih karena kita memiliki keterbatasan dan nyatanya tidak banyak hal yang benar-benar bisa melengkapi syarat-syarat yang kita inginkan dengan kemampuan yang kita punya. Misalkan kita ingin membeli rumah yang dekat dengan pusat kota, bebas polusi, dan tenang lingkungannya. Itu keinginan yang sulit dipenuhi, setidaknya untuk sesuatu yang benar-benar layak dikatakan kota. Rumah yang tersedia katakanlah agak jauh dari pusat kota dan bebas polusi, tetapi di sebelah produsen lemari yang senantiasa suara pembuatannya mengganggu ketenangan. Ada lagi sebuah rumah dekat pusat kota tetapi tentu kebersihan udara dan ketenangan tidak dapat dijanjikan. Yang terakhir ada rumah yang berada beberapa kilometer dari pusat kota, tenang, tetapi lingkungannya tidak cukup bersih karena ternyata dekat dengan tempat pembuangan dan pengelolaan sampah. Selain itu, kita juga hanya punya sejumlah uang untuk membeli rumah.

Dalam contoh di atas, terdapat pembatas yaitu manusia memerlukan rumah sebagai tempat tinggal, kemampuan yaitu kesanggupan keuangannya, syarat-syarat yang diinginkan yaitu rumah dekat dengan pusat kota, bebas polusi, dan tenang lingkungannya, dan realitas yang dihadapi berupa tidak ada rumah yang bisa memenuhi semua syarat itu. Jika ternyata seseorang mengabarkan ada rumah sesuai tiga syarat yang kita inginkan, tentu kita tidak perlu memilih selama finansial tidak masalah, kita langsung membelinya tanpa perlu pikir panjang. Tetapi nyatanya keajaiban itu tidak datang, maka kita harus memilih rumah mana yang akan kita beli.

Kita selalu harus memilih jika ada tiga hal: pembatas, kemampuan, syarat-syarat keinginan, realitas atau pilihan yang tersedia. Jadi, cobalah pikir dulu sejenak apakah tiga hal ini ada, jangan-jangan kita tidak perlu memilih. Untuk contoh di atas misalnya, kalo seandainya kita bisa hidup tanpa rumah (pembatasnya ternyata tidak ada), setelah dicoba ternyata kita bisa tidur di masjid, makan di warung, berganti pakaian di kantor, kenapa harus memilih tiga rumah tadi atau lebih tepatnya kenapa harus membeli rumah?

2. Bagaimana cara memilih yang terbaik?

Pilihlah karena hati dan jiwamu benar menyukainya dan meyakininya. Inilah tips jitu yang utama dari saya. Selanjutnya seperti biasa, buatlah daftar prioritas dari hal yang benar-benar anda butuhkan hingga hal yang hanya anda inginkan. Jika anda salah membuat daftar prioritas ini, jangan salahkan saya seandainya pada akhirnya anda merasa salah pilih.

Jangan pernah memilih dengan syarat yang datang bukan dari dalam diri kita. Contoh, seseorang sedang menentukan kesibukan apa yang seharusnya ia pilih agar dapat bermanfaat untuk kehidupannya di masa yang akan datang. Ia berencana akan masuk ke salah satu universitas nomor wahid di bumi, mari kita sebut dengan Universitas Bumi. Universitas tersebut memiliki prasyarat yang cukup berat. Akhirnya, ia menjadikan syarat-syarat dari Universitas Bumi itu sebagai dasar menentukan kesibukannya. Opini saya, dia telah menyia-nyiakan hidupnya. Dia bahkan belum cukup jelas dan yakin apa yang akan dia dapat dari universitas itu, selain popularitas dan kebesaran namanya. Lantas kenapa dia sangat berani mengorbankan waktu hidupnya hanya untuk dapat memenuhi syarat masuk ke universitas itu? Ditambah lagi ada persentase kegagalan yang tidak dapat diabaikan (tidak diterima di Universitas Bumi). Pilihlah kesibukan yang kita yakini benar kita menyukainya. Syarat pilihan sepenuhnya harus datang dari dalam jiwa kita.

Sebagai seorang yang perfeksionis, saya memiliki tips tambahan, yaitu jangan memilih jika semua syarat yang kita buat tidak terpenuhi – atau anda akan menyesal nantinya, setidaknya saya begitu. Kita harus benar-benar yakin dengan pilihan itu. Dan sebagai orang muslim saya hanya memilih hal-hal yang diridhai oleh Allah, Tuhan yang Menciptakan bintang-bintang yang beredar. Jadi, jangan lupa juga minta petunjuk Allah.

Jika anda benar-benar orang yang high-efficiency, maka saya sarankan, pilihlah hal yang benar-benar bermanfaat. Pertimbangkan, apakah hal yang akan kita pilih sebagai kesibukan hidup ini cukup bermanfaat atau masih ada yang lebih bermanfaat? Jika ternyata ada, maka saat itu juga buang pilihan yang kurang bermanfaat tadi!

Melanjutkan contoh tadi, akhirnya dia menyadari, pilihan harus datang dari dalam diri, bukan Universitas Bumi. Dia sangat menyukai olahraga. Dia memutuskan untuk berolahraga setiap minggu. Berlari mengitari trek lari. Dia tepat memutuskan untuk memilih hal yang ia gemari, tetapi akan lebih baik seandainya pilihannya itu mendatangkan manfaat yang lebih banyak. Dia dapat saja mengatur lari jarak jauh tiap minggu bukan? Lari tidak harus di trek lari. Mengunjungi rumah temannya yang letaknya 10 km dari tempat tinggalnya tiap minggu akan menjadi opsi yang lebih bermanfaat. Jadi dia berlari menuju rumah temannya itu setiap minggu. Dia tidak kehilangan olahraganya dan dia juga mendapatkan kesempatan bertemu temannya. Betapa baiknya pilihan ini.

3. Apa yang harus kita lakukan setelah memilih?

Ada potongan sebuah cerita menarik yang berjudul Alice and The Wonderland kalo tidak salah. Alice tersesat di Wonderland dan di suatu persimpangan dia menjumpai ada dua jalan dan ada kucing yang tengah duduk di persimpangan itu. Kemudian dia bertanya kepada kucing itu, “Wahai kucing, tunjuki aku jalan mana yang harusnya aku tempuh?” Kucing kemudian bertanya balik kepada Alice, “Engkau hendak kemana?” Alice menjawab, “Aku tidak tahu, tunjuki saja yang mana menurutmu.” “Kalau begitu tidak ada bedanya apakah engkau memilih jalan yang ini atau yang ini,” kucing meutup pembicaraan.

Cerita di atas sangat mengena ketika seorang anak SMA hendak memilih jurusan. Ia tidak benar-benar tau mau kemana. Apakah menjadi dokter lebih membahagiakan ataukah menjadi insinyur, dia bingung. Apakah ia lebih sukses menjadi arsitek atau menjadi seniman, dia ragu. Prinsip yang harus dipegang adalah kita dapat menentukan pilihan kita, tetapi kita tidak dapat menentukan apa akibat atau dampak dari pilihan yang telah kita buat. Tidak ada yang dapat yakin mengetahui masa depan.

Maka janganlah berpikiran atau bertanya “Manakah yang lebih baik, inikah atau itu?” untuk hal-hal seperti yang disampaikan paragraf sebelumnya. Tidak ada yang tau, pilih saja dulu! Setelah memilih, kita harus bersungguh-sungguh melaksanakan pilihan kita. Tutup telinga dari kata-kata orang lain yang mencemooh atau menyalahkan pilihan kita. Yakinlah bahwa kita telah benar-benar berusaha menentukan pilihan terbaik di masa lalu, maka sekarang saatnya kita benar-benar menjaganya dan menjalaninya dengan sebaik-baiknya.

4. Bagaimana jika ternyata kita merasa salah pilih?

Sesungguhnya manusia hanya bisa menduga, ingat pesan Allah dalam Al-Qur’an, apa yang menurut manusia buruk belum tentu sebenarnya demikian. Kita harus berprasangka baik kepada Allah karena Allah adalah Tuhan yang Mahamengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Tetapi seandainya kita salah pilih karena tidak benar-benar hati-hati saat memilih dan tidak memohon petunjuk Allah sebelumnya, semakin hati berkecamuk bahwa kita harus mengganti pilihan ini, maka sudah saatnya kita menggantinya, maka pertimbangkan dulu apa efek baik dan buruknya membuang pilihan ini.

Kita harus melakukan sesuatu dengan sangat yakin. Apabila ada sedikit saja keraguan, maka lebih baik kita tinggalkan!

والسلام عليكم ورحمة الله و بركته

Ditulis oleh: Iqbal Novramadani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s