tenggelam dalam kenikmatan menggunakan bajakan

Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga kesejahteraan dilimpahkan Allah kepada pembaca tulisan ini dan selalu ditambahkan rahmat dan berkah Allah kepadanya.

Sesungguhnya hanya kepada Allah lah saya berlindung dari keburukan pikiran dan kotornya hati, kesalahan dalam ucapan dan perbuatan, serta ketakutan dari hal-hal yang tidak perlu ditakuti.

Dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan pendapat saya tentang penggunaan software maupun operating system yang tidak berlisensi atau bajakan.

FBI-Anti Piracy ImageKomputer di abad ke-21 tentu bukan lagi barang mewah, bahkan ia telah menjadi suatu kebutuhan bagi seluruh kalangan, mulai dari pelajar hingga pebisnis, dari yang belum berpenghasilan hingga yang memiliki kekayaan harta melimpah. Sayangnya, komputer bersama perangkat lunak di dalamnya lebih dulu kita cintai sebelum membahas etika dunia digital atau hal-hal mengenai hak kekayaan intelektual dan hak cipta. Sehingga tidak heran jika sebagian besar pengguna komputer yang saya jumpai tidak menggunakan perangkat lunak yang berlisensi atau lebih mudah dikatakan dengan menggunakan software bajakan, bahkan saya sendiri. Sesungguhnya saya memohon ampunan Allah atas kelalaian saya selama ini.

Saya benar-benar menyadari hal ini (tidak bolehnya menggunakan software bajakan) ketika saya merasa kok hidup ini gampang banget ya? Begitu mudahnya fasilitas dunia saat ini untuk membangun usaha dan salah satu peran penting yang menjadi bagiannya adalah komputer untuk mengerjakan berbagai hal yang dibutuhkan, seperti penyimpanan data, penghitungan laba rugi, desain logo perusahaan, desain outlet, browsing informasi, berinteraksi dengan rekan kerja, karyawan, dan mitra bisnis, dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat kita lakukan dengan jasa komputer. Tetapi sudah halalkah semua yang saya gunakan untuk memperoleh pendapatan dan akhirnya dibelanjakan untuk kehidupan? Astaghfirullah, ternyata saya selama ini menggunakan software bajakan, bagaimana mungkin uang yang saya peroleh ini bisa halal sedangkan sebelumnya saya menggunakan sesuatu yang haram sebagai perantaranya?

Saya bersyukur Allah memberikan kesadaran ini kepada saya sebelum saya memiliki pendapatan yang melimpah dengan perantara software bajakan ini dan saya berdoa semoga pembaca juga dibukakan hatinya agar segera tersadar bahwa ini adalah sebuah kesalahan yang harus dihentikan sekarang juga.

Sejak pertama kali menggunakan komputer hingga saat ini (+- 13 tahun setelahnya) saya belum pernah ditegur langsung oleh seseorang karena saya menggunakan software bajakan. Mungkin hal inilah yang membuat persepsi bawah sadar saya menganggap hal ini sah-sah saja, selama tidak ada yang menuntut kenapa harus merasa berdosa? Bahkan, ketika informasi mengenai hak kekayaan intelektual dan hak cipta sampai kepada saya, saya tidak memperhatikannya, mungkin seperti seorang bejat yang hatinya telah mati dan tiba-tiba ditegur oleh seseorang yang mengatakan, “Anda bergelimang dosa dengan kebejatan yang telah Anda lakukan, ayo bertobat, sesungguhnya Allah menerima tobat hambanya yang sungguh-sungguh”. Hal itu tidak akan mempengaruhi si bejat sedikit pun, kecuali Allah memberikan hidayah-Nya. Sempat juga saya berdalih, bagaimana mungkin saya membeli lisensi? Saya tidak punya uang. Apakah saya tidak boleh menggunakan komputer? Kalau begitu, tentu saya termasuk orang-orang yang ketinggalan informasi dan terbelakang tidak dapat mengikuti perkembangan zaman. Akhirnya saya terus melanjutkan kesalahan. Padahal ada jalan lain yang dapat ditempuh, yaitu gunakanlah yang gratis (siapapun penggunanya mendapat ridha dari pembuatnya), GNU/Linux adalah nama terbesar di dunia untuk hal ini.

Karena saya pernah membuat program dan mengerti tidak gampang menyelesaikannya untuk memuaskan kebutuhan pengguna, tentu saya paham betul mengapa pembuatan program sangat penting untuk dihargai melalui pembelian lisensi atau melaksanakan apa yang menjadi syarat ridha pembuatnya. Misalkan pembuat program membuat sebuah program gratis jadwal sholat, kemudian meminta pengguna untuk menyebarkan informasi tentang keberadaan program tersebut semampunya sebelum menggunakannya, tentu inilah yang menjadi syarat ridhanya, jika pengguna tidak melakukannya maka ia tidak diperbolehkan menggunakan program tersebut, jika pengguna mengabaikan syarat ridha dan langsung menggunakannya, maka ia telah mencuri dari saudaranya.

Hakikat sebuah software sama seperti barang fisik, ada yang mempunyai hak milik atasnya. Jika kita memiliki sesuatu, maka hakikatnya kita tidak perlu mempertanggungjawabkan penggunaan sesuatu itu kepada orang lain. Sebagai contoh, saya memiliki sebuah pulpen, maka terserah saya apakah menggunakannya untuk menulis, untuk hiasan meja, penggaruk badan, atau dijadikan sebagai pencongkel pintu kalau macet. Tetapi jika anda meminjam pulpen saya, maka anda harus mendapatkan izin dari saya (pemiliknya) untuk apa saja anda boleh menggunakannya. Jika anda tidak meminjam dari saya sedang anda menggunakannya, maka anda telah mencurinya dari saya. Begitu pula dengan software. Lisensi pada software adalah qiyas dari sebuah ikrar peminjaman pada pulpen. Jika kita tidak membeli lisensinya, maka kita telah menggunakannya tanpa syarat ridha dan berarti kita mencurinya dari pembuatnya.

Bayangkan saudaraku, kita memperoleh kelulusan -yang pada akhirnya disimbolkan dengan ijazah/sertifikat dan pengetahuan yang mungkin akan kita gunakan untuk melamar kerja dan pada akhirnya memperoleh pendapatan untuk kita belanjakan- dengan peran besar sebuah komputer bersama software di dalamnya. Dan jika kita mengetahui bahwa pembuatnya tidak ridha kita menggunakannya sebelum kita membeli lisensinya, apakah layak kita dikatakan memperoleh rezeki yang halal?

Hal yang lebih parah lagi adalah ketika saya menggunakan hal-hal bajakan untuk memperoleh kesenangan. Yang paling dekat dengan keseharian kita mungkin adalah mendengarkan mp3 dan menonton film. Saya berhenti mendengarkan mp3 bajakan dan menonton film bajakan sejak saya menyadarinya dengan sesadar-sadarnya pentingnya penghargaan terhadap hak kekayaan intelektual dan hak cipta. Jika tingkat keharaman sesuatu yang mendesak bagi kita bisa berkurang bahkan bisa menjadi kehalalan, sebagaimana memakan babi secukupnya di hutan ketika tidak mendapatkan makanan lain, maka mungkin bisa dibilang penggunaan software bajakan untuk hal-hal terdesak/baik mungkin rendah tingkat haramnya. Namun jika kita menggunakan barang bajakan untuk mendapatkan kesenangan, maka hanya Allah lah yang pantas menghisab hamba-hamba-Nya.

Ternyata hidup terasa gampang karena saya memotong jalur energi dengan menggunakan bajakan. Astaghfirullaah Al-‘Azhim.

Lalu apa solusinya?

1. Hendaklah kita bertobat kepada Allah atas kelalaian kita. Mungkin untuk membayarnya sebaiknya kita juga menyadarkan orang lain atau dengan menyebarkan informasi seperti yang tertulis di atas. Bisa juga dengan menyindir atau menegur pengguna bajakan “Eh pake bajakan itu boleh gak sih?”

2. Belilah lisensi. Jika anda mahasiswa/i ITB, tentu mudah mendapatkannya (cukup murah) dari Comlabs ITB.

3. Gunakanlah operating system atau software yang gratis. GNU/Linux adalah yang terbaik menurut saya dan yang paling banyak digunakan adalah Distro Ubuntu. Jadi mari kita dukung gerakan “humanity to others” ini dengan menyebarkan informasi penggunaan open source kepada siapa saja. Anda dapat mendownload installernya di http://www.ubuntu.com/download/desktop. Jika anda kesulitan mendownloadnya, anda dapat menghubungi saya via email iqbalnovra@yahoo.com, saya bisa meminjamkan DVD installer Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin i386 (Intel 32-bit) atau menge-burn-nya (dengan biaya DVD ya) untuk anda.

4. Jika benar-benar terpaksa harus menggunakan bajakan, maka cukupkanlah diri dan jangan melampaui batas (sebagaimana perkara memakan babi jika tidak menjumpai makanan lain).

Sesungguhnya Allah lah yang Mahamengetahui segala sesuatu dan yang berhak menegaskan hukum-Nya dengan perantara rasul-Nya demi kebaikan umat manusia.

Apa yang baik dari tulisan ini datangnya dari Allah dan apa yang buruk datangnya dari setan. Saya memohon maaf dan memohon ampun atas segala keburukan dari tulisan ini.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ditulis oleh: Iqbal Novramadani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s