the success culture – saat sukses adalah budaya

steve jobs

Steve Jobs sukses bukan saja karena kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya, tetapi juga karena pengaruh lingkungan di sekitarnya.

Bayangkan, dia hanya anak biasa yang tidak tahu apa yang disukainya, hingga dia melihat ayahnya merakit mobil dan ada bagian elektronik dalam perakitan mobil, sejak saat itu dia jatuh cinta dengan ilmu elektro. Lihat, dimulai karena ayahnya! Ayahnya juga sering mengajak Jobs membeli komponen-komponen elektrik dan dia sangat kagum dengan kemampuan menawar yang dimiliki ayahnya, seolah-olah ayahnya lebih tahu berapa harga komponen itu dibandingkan penjual yang ada di belakang meja.

Setelah dia menyadari dia jatuh cinta kepada elektro kemudian seorang tetangganya yang berprofesi sebagai insinyur , Larry Lang, membantunya dalam percepatan pembelajarannya tentang elektro karena Jobs menghabiskan banyak sekali malam untuk mengunjugi rumahnya dan belajar ilmu elektro praktis di sana. Lang juga mengajaknya ke Hewlett-Packard Explorer’s Club, sebuah pertemuan mingguan yang berisi 15 murid atau lebih, di kafetaria perusahaan tersebut setiap Selasa malam.

Begitu juga dengan bantuan Hewlett memberikan komponen yang dibutuhkan Jobs untuk menyelesaikan alat pencari frekuensi yang sedang dibuatnya. Dan bahkan mengizinkan Jobs untuk bekerja di HP selama musim panas setelah tahun pertamanya di SMA Homestead.

Jobs anak yang sangat nakal di sekolah dasar, tetapi seorang guru, Imogene Hill, berhasil menanganinya dengan memberikan tugas lebih kepada Jobs dan benar-benar menyadari dia sangat istimewa. Jobs berkata bahwa wanita itu menjadi “salah satu malaikat hidup”-nya. Mendekati berakhirnya kelas empat, Bu Hill menguji Jobs. “Nilaiku sama dengan anak kelas dua SMA,” kenang Jobs.

Dan masih banyak lagi peran-peran lingkungan dalam kesuksesan Steve Jobs, dan yang paling besar adalah pertemuannya dengan Steve Wozniak (pencipta Apple I dan II).

Di sini yang sangat ingin saya soroti dan sebarluaskan adalah pengaruh lingkungan. Seberapa pun hebatnya atraksi lumba-lumba, dia tidak akan pernah bisa melakukannya di atas tanah! Jadi suksesnya Steve Jobs menurut saya bukan saja karena usahanya sendiri, tetapi karena lingkungannya juga berusaha untuk hal itu. Ya, lingkungannya melakukan usaha untuk menyukseskan Steve Jobs, tidak pasif! Amerika membuatnya!

Budaya Amerika yang terbuka membuat perkembangan seorang anak menjadi lebih cepat. Ketika seorang anak tetangga melihat kita sedang mengerjakan sesuatu, mungkin dia akan menghampiri kita dan bertanya “Hello Mr., what are you doing?” dan itu yang tidak biasa dilakukan oleh anak-anak bangsa kita. Mereka bisa maju karena mereka memiliki budaya dan karakter untuk maju. Tidak malu bertanya, bahkan dengan orang yang belum dikenalnya.

Begitu juga dengan karakter si tetangga yang dengan senangnya mau mengajari anak kecil untuk berkembang. Seandainya Larry Lang bersikap acuh pada Steve Jobs kecil yang sangat tertarik pada elektro, mungkin sampai saat ini komputer kita akan berlayar hitam dan bertulisan hijau! Perhatikanlah, tanggung jawab seorang yang berilmu adalah mengajari orang lain, walaupun itu anak kecil, yang mungkin menurut kita akan sulit paham dengan ilmu yang kita punya, tapi hey jangan pukul rata semua orang. Kalau orang sudah punya minat apapun syaratnya akan dia penuhi.

Dan itu juga berarti kita penting untuk memiliki ilmu di bidang kita masing-masing dan menerapkannya di keseharian kita, sehingga pada suatu ketika akan ada seorang anak tetangga yang melihat kita sedang mengerjakan sesuatu mengenai bidang kita, kemudian dia penasaran dan menghampiri kita dan bertanya, “Hey Mr., what are you doing?” Lalu dia menyadari betul minatnya hingga pada akhirnya anak inilah yang akan mengubah dunia.


Written by: Iqbal Novramadani – “The New Atlantis: Madani Society” builder

Cerita Steve Jobs dalam tulisan ini diambil dari biografi Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s