Komunikasi penghuni surga

بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah yang Mahapengasih Mahapenyayang.

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Semoga kesejahteraan, rahmat, dan barakah Allah dilimpahkan kepadamu.

Doexperter, apakah anda pernah bersyukur karena mendapatkan kenikmatan dari sebuah komunikasi? Tentu maksud saya bukanlah komunikasi semu yang banyak kita lakukan selama waktu hidup kita. Sebuah komunikasi yang baik, yang benar-benar baik. Pernahkah?

bidadariKomunikasi yang baik adalah kunci dari ketenangan dan kenyamanan hidup. Saya sering berangan-angan alangkah indahnya dunia ketika kita bisa berkomunikasi dengan baik kepada setiap orang. Kita bisa berkomunikasi dengan gaya yang kita sukai tanpa beban topeng dan dikendalikan oleh situasi. Kita bisa berkomunikasi sebagaimana kita adanya dengan cara yang kita inginkan. Maksud saya bukan berbicara seenak hati, tetap mematuhi batas-batas etika wajar, tetapi benar-benar nyaman berkomunikasi hingga kita merasa seolah-olah komunikasi ini harus berlangsung dan terus berlangsung, hingga waktu pun cemburu karena tidak diperhatikan. Di saat kita bisa berkomunikasi tanpa kebohongan, bahkan rangkaian kata tak perlu disusun karena ia keluar dengan ketulusan. Kita tak perlu merahasiakan apapun, semua isi hati bisa tercurah begitu saja. Oh indahnya. Komunikasi yang sangat jarang terjadi. Kapankah saatnya?

Banyak pengalaman bersama
Semakin banyak pengalaman yang dilalui bersama, maka komunikasi akan lebih mudah terjadi. Tidak heran kalau kita lebih dekat kepada teman-teman ketimbang keluarga. Kita memiliki pengalaman yang lebih banyak bersama teman-teman. Mereka merasakan situasi yang kita rasakan. Kedekatan yang lebih besar kepada teman dibanding kepada keluarga inilah yang membuat saya sedih. Harusnya keluargalah yang lebih berhak dan lebih pantas menjadi tempat kita bercerita tentang apapun. Karena keluargalah yang sebenarnya lebih mengenal kita dari lahir hingga saat ini. Tetapi memang kenyataannya terbalik. Tidak banyak orang yang bisa menikmati komunikasi bersama keluarga.
Jadi, kalau kita ingin membangun komunikasi yang baik dengan seseorang, perbanyaklah pengalaman bersama orang itu. Laluilah banyak hal, situasi, kondisi, bersamanya.
“We will not understand each other until we have a lot of fun and trouble together.” (Noe, 2011)
Seperti yang terjadi dalam keluarga saya, saya lebih mudah mengkomunikasikan dengan cara yang saya inginkan kepada kakak saya, tidak kepada yang lainnya, dan begitu juga dia kepada saya. Saya menduga kuat penyebabnya karena kami hanya selisih dua tahun dan lebih nyambung dan lebih sering berkomunikasi dari kecil. Ini mungkin bisa jadi pertimbangan buat anda yang sudah berkeluarga yang ingin memiliki anak-anak yang akur dan bisa berkomunikasi dengan baik dengan saudara kandungnya. Aturlah jadwal kelahiran! Dekatkan! :)
Selanjutnya adalah perbanyak pengalaman yang dilalui mereka, apakah itu dengan memberikan les bahasa inggris bersama, les renang, atau memasukkan TPA dan sekolah yang sama.

Memiliki pemikiran yang “sefrekuensi”
Kita merasa sangat senang ketika gagasan yang kita anggap sangat brilian dibenarkan dan didukung oleh orang lain. Dia seolah dapat melihat apa yang kita lihat. Sebaliknya, kita merasa frustasi dan sempit dada ketika gagasan kita itu dianggap sampah atau omong kosong. Frekuensi pemikiran ini menjadi salah satu faktor besar dalam komunikasi yang baik. Kita ingin mendengar apa yang ingin kita dengar. Tidak setiap saat kita mau menerima kebenaran. Itulah tabiat manusia. Jika anda menemukan seseorang memandang banyak hal mirip seperti anda memandang, maka jadikanlah dia sahabat anda atau malah pasangan (jika lawan jenis), anda tidak akan kecewa.

Dapat menjaga dua respon
Kita takut mendapatkan respon yang tidak kita inginkan. Itulah mengapa manusia tidak serta merta mau berkomunikasi dengan orang baru. Kita menyukai orang lain yang memberikan respon yang tidak mengganggu pikiran kita, terlebih jika responnya sesuai yang kita harapkan. Setelah mengenal karakter seseorang, maka besar kemungkinan kita bisa menebak responnya, sehingga kita bisa memutuskan apakah kita akan berkomunikasi dengannya atau tidak. Respon yang saya maksud di sini adalah keduanya, respon di saat yang sama (ketika komunikasi terjadi) dan respon setelahnya. Kita tidak akan percaya dengan orang yang respon sesaatnya sesuai harapan saat kita bercerita sesuatu, tetapi setelah itu ia mencibir cerita kita itu dengan orang lain. Kita hanya akan percaya kepada orang yang bisa menjaga kedua respon itu dengan baik.

Intensitasnya terjaga
Di setiap periode kehidupan saya hampir selalu memiliki seorang sahabat karib. Baik di TK, SD, SMP, SMA, S1. Tetapi ketika saya berpisah dalam waktu yang cukup lama dan tiba-tiba berjumpa dengan sang sahabat, seperti ada kecanggungan. Komunikasi tidak seperti dulu. Seolah dinding-dinding istana persahabatan yang telah dibangun terkikis oleh deru waktu, padahal bukan waktu penyebabnya, tetapi intensitas komunikasi yang berkurang, bahkan mungkin hilang sama sekali. Saat berkomunikasi dengan sahabat lama, saya mulai lagi berpikir tentang batas-batas, padahal komunikasi yang baik sama sekali tidak akan berpikir tentang hal itu karena dalam komunikasi yang baik secara otomatis kita tahu apa yang tepat untuk diperbincangkan. Oleh karena itu, selalu usahakan menjaga intensitas komunikasi dengan orang-orang yang telah dekat dengan anda, sekadar mengabari hal-hal sepele soal hidup anda sangat berarti.

Apakah menurut anda masih ada syarat yang belum tersebut? Syarat yang bisa membawa kita kepada kenikmatan berkomunikasi. Komunikasi yang selalu dirindukan kehadirannya. Mungkin sejenis dengan komunikasi para penghuni surga. Sesungguhnya Allah Yang Mahamengetahui segala sesuatu.

والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Ditulis oleh: Iqbal Novramadani (Noe)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s