Ayo masuk surga!

Pernahkah kamu mengikuti suatu seleksi yang sangat ketat? Mungkin seperti ujian masuk ke universitas yang ngetop atau melamar ke perusahaan besar yang telah established ratusan tahun. Apa yang akan kamu lakukan agar kamu bisa lulus seleksi itu?

Sekadar info saja, dulu saya sewaktu mau mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) tahun 2010, saya mempersiapkan mati-matian, mulai dari cari-cari info untuk ningkatin motivasi, merencanakan belajar secara disiplin di seluruh hari yang saya punya sebelum tes, berdoa kepada Allah, dan sebagainya. Soalnya saya ga mau kuliah dimana pun di universitas selain ITB, di Indonesia ya, kalo ke Ivy League University (Harvard, MIT, Yale, Stanford, etc) ya jelas mau lah. Hehe. Sampe anak ibu kos saya heran ngeliat saya bangun tidur sampe mau tidur lagi belajar terus selama berbulan-bulan, cuma istirahat buat makan sama sholat atau nonton film (dulu saya masih hobi nonton dengan dalih untuk belajar bahasa Inggris, tapi ternyata lebih banyak jeleknya jadi saya tinggalin sekarang). Alhamdulillaah saya bisa masuk di pilihan pertama, STEI ITB. Itu baru ITB lho, yang peringkatnya di dunia ke berapa tuh, 400an apa lebih di bawah lagi? Haha entahlah.

Coba sekarang bayangkan kita ingin masuk ke Ivy League University di USA sana. Saingan kita dari seluruh dunia. Probabilitas diterima semakin kecil. Lantas gimana caranya untuk memperbesar kemungkinan itu? Pastinya kita dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk hal ini bukan? Kalo standar bisa lulus ITB dengan perjuangan seperti yang saya lakukan dulu, gimana kalo ke Harvard/MIT/Yale/Stanfor etc ya? Gak mungkin maen-maen dan berleha-leha sedikitpun. Karena kita benar-benar-benar-benar-benar ingin berada di tempat yang kita dambakan itu.

Dan apa pendapat kamu kalo ngeliat orang yang ingin masuk ke sana tapi sehari-hari masih aja maen game, masih aja ngabisin waktu buat hal-hal gak bermanfaat? Saya kira kita sepakat untuk berkata tepat di depan muka orang itu: NGIMPI!

Nah, gimana dengan surga yang tidak ada tandingannya di seluruh alam semesta? Gimana persiapan kita untuk seleksi  masuk ke sana?

Dulu waktu SMA saya pernah nanya ke seorang teman saya secara spontan, yang bisa dibilang kurang pengetahuan agamanya, seperti kebanyakan remaja di akhir zaman ini. “Lu percaya ga semua manusia bakal mati?” “Iya lah.” “Terus apa yang udah lu persiapkan untuk kematian lu?” Dia tersentak kaget lalu berkata “Wah gw belum kepikiran sampe situ bal.”

Sekarang giliran saya tanya kamu, kamu percaya ga semua manusia bakal mati? Apa yang udah kamu persiapkan untuk kematianmu?

Logika yang sangat sederhana, kalo kita percaya semua manusia termasuk diri kita akan mati, lantas pasti timbut pertanyaan, kemana kita setelah mati itu? Ini menjadi dasar kita harus mencari kebenaran, agama mana yang benar. Karena jawaban pertanyaan itu hanya ada pada agama.

Alhamdulillaah saya telah mencari dan menemukan kebenaran itu dalam Al-Islaam. Dalam Islam, setelah kematian, masuk kubur, kemudian dibangkitkan untuk dihisab (dihitung amal perbuatannya selama di dunia), selanjutnya ujung-ujungnya hanya ada dua, kalo gak surga ya neraka. Tidak ada tempat ketiga. Kalau kita tidak masuk surga yang penuh kenikmatan, berarti kita pasti ke neraka yang penuh siksaan, demikian pula sebaliknya.

Pasti pada pengen masuk surga kan? Ya iya lah! Orang bejat kuadrat sekali pun pasti pengen masuk surga. Tapi KALO PENGEN DOANG gak cukup bung! Kita harus mempersiapkan diri kita untuk hal besar ini. Sebagaimana kita mempersiapkan diri kita untuk seleksi ketat seperti yang saya sebutkan di awal. Bedanya adalah, satu, di seleksi dunia  ada batasan jumlah yang dapat masuk, sedangkan surga Allah sangat luas, berapapun orang bisa masuk. Dua, di seleksi dunia kita berkompetisi dengan orang lain, sedangkan untuk meraih surga kita berkompetisi dengan diri kita sendiri untuk mengalahkan setan (Qarin) yang mengikuti kita sejak lahir ke dunia untuk menyesatkan kita dan menggiring kita ke neraka.

Kita semua tau, semakin bergengsi tempat yang ingin kita masuki, semakin selektif dan susah tes yang diadakan. Apalagi surga! Yang gengsinya bukan lagi tingkat negara, bukan lagi dunia, tapi alam semesta, Masyaa Allaah. Apakah kita mau masuk ke dalamnya sementara kita bermain-main dan terlena menjalani hidup di dunia ini, tidak betul-betul mempersiapkan diri dengan sesungguh-(pangkat tak hingga)-nya? Satu jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan ini: NGIMPI!

Ini bukan perkara sepele lho, kalo gak surga berarti NERAKA! Take a time to think it seriously I suggest.

Baik sekali kiranya kalo saya menyampaikan sepuluh ayat terakhir dari Surat An-Naazi’aat berkaitan tentang hal ini.

“Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhan-nya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kiamat, “Kapankah terjadinya?” Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)? Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahan (ketentuan waktunya). Engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari kiamat). Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.” (An-Naazi’aat: 37-46)

Terus sehari-hari masih suka maksiat, ngarep bisa masuk surga? Sehari-hari masih lalai dari perintah Allah, ngarep bisa masuk surga? Apakah kamu tidak berpikir wahai manusia? Come on, use your brain!

Satu pertanyaan lagi aja deh.

Buat yang laki-laki shalat fardhu di masjid adalah wajib hukumnya bisa dicek kebenaran dalilnya dan ulama sepakat tentang hal ini. Hayo kita selama ini sholatnya dimana? Terus ngarep bisa masuk surga? Haha

Buat yang wanita, hijabnya (nutup aurat) udah sesuai dengan yang diperintahkan Allah belom? Hayo. Terus ngarep bisa masuk surga? Oh ya for your info, penghuni neraka itu paling banyak kaum wanita lho.

Ayo, sebelum terlambat, kita masih punya waktu untuk mempersiapkan diri kita menuju seleksi paling ketat sealam semesta. Kita masih punya kemungkinan besar untuk masuk surga kalo kita mulai menyiapkannya dari detik ini. Ayo kita bareng-bareng masuk surga!  :D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s