Hampir mati karena menyepelekan hal kecil

بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah yang Mahapengasih Mahapenyayang.

السلام على المؤمنين ورحمة الله وبركاته
Semoga kesejahteraan, rahmat, dan barakah Allah dilimpahkan kepada orang-orang yang beriman.

Setiap kejadian dalam hidup kita pasti selalu ada hikmahnya, kemudian dikembalikan kepada kita apakah kita ingin memetik hikmah tersebut dan menjadikannya pelajaran ataukah membiarkannya begitu saja.

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya sendiri (kemarin tepatnya) ketika saya hendak mengirim suatu produk kepada pelanggan saya yang memesan dari luar kota.

Seperti biasa, saya terlebih dulu mengambil produk-produk yang dipesan sang pelanggan ke outlet, namun kali ini saya malas mengecek kembali setelah produk-produk tersebut dimasukkan oleh petugas di outlet karena memang saya takut hujan akan turun lebat sedangkan saya menggunakan sepeda. Kembalilah saya ke kediaman, dengan produk-produk tersebut. Keesokan harinya, setelah saya cek, ternyata ada satu produk yang tidak ada, pastilah lupa dimasukkan oleh si petugas outlet pikir saya. Terpaksa kembalilah saya ke outlet pagi itu juga, padahal kondisi sedang hujan, ya mau tidak mau karena barang harus dikirim hari itu. Akhirnya setelah mengatakan ada produk yang tidak dimasukkan, saya diizinkan juga mengambil satu produk tersebut walaupun saya merasa si petugas sedikit curiga. Kali ini saya menggunakan motor. Beranjak dari outlet saya ke parkir motor kemudian segera menuju ke kediaman untuk membungkus produk tersebut dan mencantumkan alamat untuk kemudian ke jasa pengiriman. Belum jauh dari tempat saya parkir motor, saya memacu motor sebagai “pembalap cerdas” bukan “pembalap jalanan”, namun tiba-tiba sebuah mobil dari sisi kiri jalan yang seperti hendak parkir tiba-tiba hendak memutar balik. Saya memencet klakson berulang-ulang agar sang supir berhenti sejenak mengizinkan saya lewat lebih dulu karena memang saya dalam kecepatan tinggi. Saya menurunkan sedikit gas dan saya melihat supir memelankan mobilnya, namun tidak melihat ke arah saya. Jarak saya yang sedang di atas motor dengan kecepatan yang sudah dikurangi semakin dekat dengan mobil. Karena merasa dia mengizinkan saya untuk lewat lebih dulu saya kemudian memacu lagi gas motor saya, tiba-tiba supir itu melanjutkan gasnya memutar mobil, astaghfirullah, saya rem sekuat-kuatnya, hampir saja saya menabrak mobil itu, saya klakson lagi kuat-kuat biar dia sadar, ternyata dia tetap saja memutar mobilnya, Ya Allah saya melihat dengan mata saya ban belakangnya menggiling bagian bawah velg ban depan saya, terdengar suara keras gesekan antara bodi mobilnya dan bagian depan motor saya. Saya hanya bisa diam dan tertegun saat itu karena itu terjadi begitu cepat. Pikiran saya kalut sekali dan bingung, ini kenapa Supir kok sembrono banget, saya tidak tahu apakah dia baru belajar mobil atau apa penyebabnya dia memutar tanpa melihat dulu ke belakang. Yang jelas saat itu juga saya tersadar bahwa kita tidak bisa menyalahkan orang lain karena kelalaiannya di jalanan, kitalah yang harus setiap saat waspada dan cerdas memprediksikan kemungkinan yang akan terjadi. Kita tidak pungkiri akan selalu ada orang-orang yang kurang cerdas berkendara liar di jalanan. Kitalah yang bertanggung jawab menjaga diri kita dari kecelakaan dengan mengambil kendali atas kendaraan kita. Setelah dia selesai memutar sampai ke lajur balik di sebelah kanan, saya hanya menatapnya tanpa ucapan dan tanpa tindakan apa-apa. Bersamaan dengan itu malah seorang bapak yang menggunakan motor di belakang saya berteriak, “Pak muter liat-liat! Ini jalan bukan punya sendiri!” Si Supir malah menukas, “Ya itu makanya saya kasih sen!” Si Bapak dari atas motornya membalas lagi, “Liat dulu kalo ada motor di belakang ya biarin lewat dulu!” dan terus dengan omelannya ketika si supir langsung menutup kaca dan pergi menjauh. Saya cek kembali kondisi motor saya, ternyata hanya lecet sedikit, Subhanallaah, bagaimana mungkin ini terjadi? Tadi rasanya hancur sudah ban saya. Alhamdulillaah Ya Allaah, Engkau telah menyelamatkanku kesekiankalinya dari maut, dan memberikanku pelajaran kali ini, betapa pentingnya untuk teliti. Andai saja kemarin saya langsung mengecek produk di outlet, saya tidak perlu kembali lagi hari ini dan hampir mati karena menyepelekan hal kecil. Semoga ini menjadi pelajaran juga untuk para pembaca.

Ditulis oleh: Iqbal Novramadani (Noe) – 1/18/2013

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s