Kebaikan itu adalah menunaikan kewajiban

بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah yang Mahapengasih Mahapenyayang.

السلام على المؤمنين ورحمة الله وبركاته
Semoga kesejahteraan, rahmat, dan barakah Allah dilimpahkan kepada orang-orang yang beriman.

 

Saya yakin, kita semua pasti ingin melakukan yang terbaik untuk kehidupan kita. Tapi suatu yang kita anggap baik itu belum tentu baik dari sudut pandang yang lain. Relativitas inilah yang membuat manusia -siapa lagi kalau bukan kita- terkadang bisa salah kaprah ketika memutuskan untuk melakukan yang dia anggap suatu kebaikan. Saya kira ini pembuka yang tepat untuk tulisan singkat kali ini. 

Saya terkejut mendengar seseorang berpendapat bahwa tidak seharusnya mahasiswa yang telah disubsidi oleh negara agar dapat menikmati fasilitas dan kuliah di universitas-universitas negeri ini mengurusi hal-hal yang tidak penting seperti, contohnya, turut campur mengurusi dan merumuskan rencana pemindahan pedagang yang digusur. Ia berpendapat seharusnya mahasiswa itu melakukan riset dalam bidangnya masing-masing. Saya berpikir sejenak ketika itu mencoba mempertimbangkan dengan pikiran terbuka. Dan saya menilai pendapat ini lebih banyak benarnya daripada salahnya.

Analogi yang paling mendekati mungkin begini. Bayangkan kita sekarang sedang dalam suatu kepanitiaan untuk event besar. Katakanlah jabatan kita pada kepanitiaan ini adalah seorang sekretaris. Walaupun seorang sekretaris, keinginan kita untuk menyukseskan event ini tak kalah dari sang ketua acara, bahkan kita sangka mungkin keinginan kita lebih besar dari dia. Akhirnya, sangkin inginnya kita event ini sukses, kita mulai mengkhawatirkan segala sesuatu. Kita mulai menyusun konsep besar di kepala kita. Kita mulai menyoroti kinerja rekan-rekan lainnya, memberitahukan apa yang kurang tepat, apa yang belum dilakukan, dan seterusnya. Kita ingin semuanya sempurna. Ini menyebabkan kita tak punya cukup waktu untuk mengurusi kerjaan kita sendiri. Kita lupa bahwa kita seorang sekretaris yang punya tugas juga yang harus diselesaikan. Kita lupa kita punya batasan kerja. Akhirnya Event gagal total karena proposal -tugas kite nih- terlambat sampai ke sponsor! Can you imagine it?

Mahasiswa, kita, dalam kasus di atas tentu ingin membantu para pedagang, kita yakin itu hal yang baik, tapi kita lupa apa yang menjadi tugas kita. Kita kadang menjadi tuli dari nasehat orang-orang tua dan dosen untuk belajar. Kita sibuk melakukan hal-hal yang kita anggap baik tadi. Padahal tugas utama seorang mahasiswa ya belajar dengan sungguh-sungguh di bidangnya. Kalau mau buat keadaan bangsa jadi lebih baik ya awalilah melalui belajar itu. Belajar, belajar, dan belajar, hingga pada akhirnya nanti bisa membawa kita pada penemuan di bidang kita masing-masing.

Sebenarnya sah-sah saja jika kita ingin melakukan hal-hal yang kita anggap sebagai kebaikan itu, dengan satu syaratnya. Kewajiban kita telah kita selesaikan lebih dulu. Kalau saja sekretaris dalam contoh di atas bisa menyelesaikan tugas kesekretariatannya lebih dulu dan setelah itu baru mengurusi bagian kepanitiaan lainnya, akan menjadi sangat luar biasa bukan?

Jadi sebaiknya kita ‘beres’ dulu dengan akademik kita, baru boleh mempertimbangkan untuk melakukan pengabdian secara langsung. Karena sebenarnya, belajar hingga sampai menemukan sesuatu di bidangnya itulah pengabdian mahasiswa yang sebenarnya.

Saya menyadari tulisan ini mungkin akan menghadirkan pro dan kontra. Apapun, ini hanya pendapat dari seorang yang mencintai ilmu dan pengabdian, dan sejatinya pendapat itu tidak perlu dibantah. Lebih baik diam daripada berkomentar negatif. Terima kasih banyak telah membaca. :)

Ditulis oleh: Iqbal Novramadani (Noe) – 1/29/2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s