Oh Cantiknya, Oh Mulianya!

بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah yang Mahapengasih Mahapenyayang.

السلام على المؤمنين ورحمة الله وبركاته
Semoga kesejahteraan, rahmat, dan barakah Allah dilimpahkan kepada orang-orang yang beriman.

Wanita berdandan, memilih pakaian, membeli tas dan semua pernak-perniknya yang sungguh bermacam-macam dengan tujuan agar ia tampil cantik atau menarik. Tapi sungguh aneh kalau dia telah mengambil kesimpulan sepihak -bahwa dia sudah cantik dan menarik- tanpa melakukan semacam sensus kecil misalnya dengan bertanya kepada orang lain tentang penampilannya. We have to redefine about what pretty is and it’s a hard thing to do, but actually in some cases we really could’ve been agreed which one is pretty and which one is not.

Saya tidak tau pastinya, tapi apakah mereka pikir dengan membuka auratnya atau berpakaian ketat mereka menjadi lebih cantik? Entah kenapa kebanyakan mereka tidak mau memilih untuk memuliakan dirinya sendiri.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).

Padahal menurut saya, kebanyakan kenalan wanita yang saya jumpai ketika ia menggunakan pakaian longgar (sebagai pengganti kaos yang biasa dikenakan), rok (sebagai pengganti jeans yang biasa dikenakan), tiba-tiba menjadi sangat cantik. Dan bukan hanya cantik. Martabat dan kemuliaan dirinya seperti naik melambung. Hanya karena pakaian yang ia kenakan. Dan sebaliknya, ketika saya berjumpa dengan wanita yang sering mengenakan pakaian longgar, tiba-tiba kali itu berbusana ketat, saya seperti melihat permata yang jatuh ke dalam selokan.

Anda tidak bisa menuduh bahwa ini adalah opini saya karena saya seorang muslim. Saya bahkan beropini seperti ini ketika saya masih atheis dulu. Jadi sama sekali tidak tepat jika ada komentar dalam hati anda karena saya muslim maka definisi cantik saya menjadi seperti itu.

Saya sendiri menjadi bingung, ini kenapa ya kok cewek-cewek yang pengen terlihat cantik berlebihan banget beli baju transparan lah, make eyeshadow lah, dan hal-hal yang aneh lainnya. Padahal cukup dengan menutup aurat dan berpakaian longgar, dengan colour tone yang baik tentunya, mereka akan bersinar. Sampai sampai saya seringkali bergumam dalam hati ketika melihat wanita berparas cantik namun tidak menutupi dirinya dengan pakaian yang seharusnya, “Ya ampun, kalau aja dia menutup aurat dan berpakaian longgar apalagi dengan menjaga sikapnya. Oh cantiknya, oh mulianya.”

Ditulis oleh: Iqbal Novramadani (Noe) – 2/2/2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s