Apa ya makna tawakkal kepada Allah buat mahasiswa?

بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah yang Mahapengasih Mahapenyayang.

السلام على المؤمنين ورحمة الله وبركاته
Semoga kesejahteraan, rahmat, dan barakah Allah dilimpahkan kepada orang-orang yang beriman.

Saya asumsikan mahasiswa yang saya maksud di sini adalah mahasiswa di kampus-kampus yang tidak Islami (tidak membuat peraturan dengan landasan aturan syar’i). Sepertinya banyak kampus di Indonesia yang menggelar kuliah saat waktu shalat fardhu tiba. Ini tentu memberatkan untuk seorang mukmin baik sebagai dosen ataupun sebagai mahasiswa. Mungkin kita bingung awalnya, “Ya Allah, kalo saya keluar terus shalat nanti saya ketinggalan kuliah dan akhir-akhirnya gak ngerti, tapi kalo saya terus kuliah dan nunda shalat saya dosa,” sampe akhirnya mungkin kita menyepelekan hal ini dengan berpendapat, “Ya udah deh, Allah kan Mahapengampun, lagian saya ninggalin shalat buat nuntut ilmu, bukan buat hal yang sia-sia apalagi berbuat maksiat.”

Saya juga sama dulu lebih milih buat nerusin kuliah, takut euy gak ngerti. Tapi mestinya kita lebih takut mana nih, takut gak ngerti materi kuliah apa takut kalo Allah marah? Setelah saya pikir-pikir lucu sekali ya alasan “takut ketinggalan kuliah”, padahal ilmu itu tempatnya bukan di kuliah saja. Ilmu didapat bukan dengan mendatangi kuliah. Gak mungkin tiba-tiba kita datang ke kelas terus keluar dari kelas itu langsung berilmu. Ilmu didapat dengan mendaki “gunung pencarian” yang terjal. Jadi gak ada alasan mestinya terpaksa ninggalin shalat fardhu yang telah masuk waktunya karena kuliah sedang berlangsung.

Padahal udah sering banget kita denger hadits berikut.

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

Barangsiapa yang dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah“ [HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih, dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan syaikh al-Albani.] – Dari artikel ‘Keutamaan Cinta Akhirat Dan Zuhud Dalam Kehidupan Dunia — Muslim.Or.Id

Jelas banget hadits tersebut mau bilang ke mahasiswa, kalo kamu mau dapet ilmu ya justru tinggalkanlah kuliah sesaat dan tunaikanlah shalat! Memang kita ya ketinggalan atau gak ngerti, tapi kita masih bisa belajar di luar kuliah dan itulah faktor terpenting buat pahamnya mahasiswa terhadap suatu mata kuliah. Dan kita setuju gak ada hubungan mutlak sebanding lurus jumlah kehadiran sama ilmu yang didapat. Bahkan kita bingung ngeliat temen kita di kelas tidur kok bisa dapet A? Nah lo. Satu bukti. :)

Kita wajib berusaha sekuat tenaga, setelah itu Allah menyuruh kita untuk bertawakkal kepada-Nya. Kita bisa cek di banyak ayat dalam Al-Qur’aanulkariim tentang perintah Allah untuk tawakkal ini.

Dari Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310) – Dari artikel ‘Tawakal yang Sebenarnya — Muslim.Or.Id

Bentuk tawakkal ini adalah percaya bahwa Allah gak akan menyianyiakan hamba-Nya yang telah berusaha semaksimal mungkin sekaligus menjaga ketaatan kepada-Nya. Jadi definisi tawakkal buat mahasiswa itu ya kalo dateng waktu shalat ya shalat, tinggalin kuliah, dan jangan lupa untuk belajar semaksimal mungkin di luar kuliah itu, Insyaa Allaah, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita, dan yang terbaik itu gak mesti A hurufnya kok di daftar nilai.

Ditulis oleh: Iqbal Novramadani (Noe) – 2/3/2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s