Hitung-hitungan waktu tidur

Dari dulu saya bertanya-tanya, kapan tepatnya kita harus tidur dan harus bangun dari tidur? Karena saya percaya bahwa kebiasaan Rasulullah adalah kebiasaan yang paling baik dan yang paling sehat, maka muncullah ide untuk melakukan perhitungan matematis dari hadits berikut ini:

“Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Nabi Daud. Beliau tidur setengah malam, kemudian bangun (shalat), lalu tidur lagi di akhir malam. Beliau bangun sepertiga malam, setelah berlalu setengah malam.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Hadis di atas menunjukkan bahwa waktu malam Nabi Daud dibagi tiga: setengah malam pertama untuk tidur, sepertiga malam selanjutnya untuk shalat, dan sisanya, yaitu seperenam malam terakhir, beliau tidur.

== Baca selengkapnya: http://www.konsultasisyariah.com/waktu-yang-tepat-untuk-bangun-mengerjakan-shalat-nabi-daud/#ixzz2M55UbHtU ==

Berikut ini hitung-hitungannya,
yang dikatakan malam itu artinya ketika matahari sudah benar-benar terbenam hingga fajar. Adapun waktu matahari benar-benar terbenam adalah waktunya Isya, sedangkan waktu fajar adalah waktunya Imsak. Dengan mengambil tabel waktu shalat saya menghitung ternyata total waktu malam itu +- 8,5 jam.

Dengan demikian, setengah awal malam itu dari mulai azan Isya hingga 4jam15menit setelahnya (jadi misalkan isya jam 7.30, kita harus bangun jam 11.45). Sepertiga malam berikutnya ditambah dengan 2jam50menit (waktu shalat malam kita itu 11.45-2.35). Dan seperenam terakhir ditambah dengan 1jam25menit (tidur lagi jam 2.35-4.00).

Tapi pada masa nabi daud mungkin belum ada shalat isya, sedangkan pada syariat nabi muhammad yang baru ada kewajiban melaksanakan shalat isya, sehingga kita tidak mungkin tidur langsung pada awal malam, tetapi tentu setelah melakukan shalat isya ditambah rawatibnya. Misalkan total pengerjaan shalat isya plus rawatib adalah 1jam. Maka waktu tidur awal kita menjadi 3jam15menit. Setelah dijumlahkan dengan 1jam50menit menjadi 5jam5menit. Atau biar enaknya kita ambil angka bulat waktu total tidurnya adalah 5jam.

Optional (karena qoyluulah bisa dengan tidur atau istirahat saja tanpa tidur), ditambah tidur satu jam pada siang hari. Insya Allah badan kita sehat dan hatipun bahagia. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s