Hiduplah dengan tenang di atas bumi di bawah petunjuk Al Quran

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dengan nama Allah Yang Mahapengasih Mahapenyayang

Kita sebenarnya tidak tau apa yang kita mau, mengakulah! Ingatkah kita ketika membeli sepotong baju yang tampak bersinar di outlet, ternyata setelah kita beli, kita merasa “kok warnanya kurang pas ya?” atau “kok agak kegedean ya?”. Begitu pula ketika memutuskan untuk bersenang-senang berlebihan bersama teman atau memaksakan diri sibuk dalam kegiatan yang kita pikir itu akan berguna. Belakangan kita mengakui, “Bukan itu yang aku inginkan!”

Kita semua punya mimpi dan dambaan. Ketika kita mencoba melakukan hal-hal untuk mewujudkan mimpi kita itu tiba-tiba ledakan sanggahan datang dalam batin kita, “Benarkah kau inginkan itu?” Kita ingin bahagia, tapi kita tak penah mengerti sepenuhnya, apakah bahagia itu dan bagaimana kita bisa merasa bahagia di setiap waktu.

Kegalauan melanda kita setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun. Tak terasa bertahun telah kita lalui hidup ini dengan terus menerus ditimpa keresahan dan ketidaktenangan hati. Akhirnya kita mulai menyesali apa yang telah kita lakukan, “Seandainya aku belajar sungguh-sungguh dari dulu..”, “Seandainya aku mengatakan tidak dari awal..”, “Seandainya aku mengetahui kalau akhirnya akan seperti ini..”, dan seandai-andainya yang lain.

Manusia membutuhkan tuntunan di dunia ini. Kita selalu mencari cara hidup yang terbaik untuk kita. Kita bercerita kepada orang lain tentang masalah-masalah kita berharap mendapat masukan dan cara pikir berbeda. Kita tanyakan solusi dari masalah-masalah hidup kepada orang-orang yang terlihat bijak dan paham tentang kehidupan, padahal mereka pun tidak pernah paham apa itu kehidupan. Kita datang ke acara-acara motivasi, mendengarkannya berharap hidup kita lebih baik. Tapi faktanya, tidak ada perubahan, hidup kita tidak bertambah baik ataupun bahagia. Mereka hanya memberikan kata-kata manis yang menghibur perasaan kita sejenak atau mengagumkan kita dengan retorikanya, namun nyatanya tidak memberi perubahan yang berarti pada hidup kita.

Dalam satu kalimat sederhana: kita dalam kebingungan yang besar hidup di dunia ini. Dan kita tidak tahu siapa yang bisa membantu kita.

Maka berhentilah sejenak saudara-saudariku, renungilah nasihat Allah Subhaanawata’aala ini:

“… Dan kehidupan dunia tidak lain adalah kesenangan yang palsu.” (Al Hadid : 20)

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (Al Hadid : 22-23)

Al Quran adalah petunjuk. Al Quran adalah pedoman. Al Quran memberikan semua pengetahuan yang kita butuhkan untuk hidup. Tolonglah saya, dapatkah anda mengerti apa yang ingin saya ungkapkan? Bahwa kita cukup hidup dengan petunjuk dan nasihat dari Al Quran. Bahwa dengan memahami Al Quran lah akhirnya kita dapat mengetahui sebenarnya apa sih yang benar-benar mutlak kita inginkan? Sebuah keinginan yang tidak pernah diakhiri dengan sebuah penyesalan.

Semua yang kita butuhkan untuk hidup benar-benar ada petunjuknya dalam Al Quran, maafkan saya, maksud saya benar-benar semua, semuanya, everything. Tinggal apakah kita mau menerima petunjuk ini ataukah tidak.

Saya akan ambil beberapa contoh saja.

Dalam surah Al Insyirah, kita disuruh untuk tidak menunda-nunda. Selesai satu kerjaan, langsung dengan sungguh-sungguh kerjakan hal lainnya. Tanpa menunda. Sekarang saya tantang anda untuk melakukannya. Dan rasakan, apakah hidup anda lebih baik atau lebih buruk.

Dalam surah Al Jin, kita disuruh menyeru (berdoa) kepada Allah saja, mengadukan semuanya kepada Allah saja. Sekarang saya tantang anda untuk hanya curhat kepada Allah. Dan rasakan, apakah hidup anda lebih baik atau lebih buruk.

Dalam surah Yusuf, kita dilarang untuk berputus asa dari rahmat Allah. Atau dengan kata-kata yang lebih mudah, optimislah! Semuanya akan baik-baik saja. Sekarang saya tantang anda untuk selalu optimis. Dan rasakan, apakah hidup anda lebih baik atau lebih buruk.

Dalam surah Al ‘Ashr Allah bersumpah bahwa manusia itu dalam kerugian, kecuali orang yang shalih, orang yang saling berpesan tentang kebenaran dan kesabaran. Sekarang saya tantang anda untuk menjadi shalih/shalihah, menyampaikan kebenaran, dan menasihati kesabaran. Dan rasakan, apakah hidup anda lebih baik atau lebih buruk.

Dalam surah At Takatsur kita dilarang bermegah-megahan. Sekarang saya tantang anda untuk hidup sederhana dan hanya membeli apa yang anda butuhkan, bukan yang anda inginkan. Dan rasakan, apakah hidup anda lebih baik atau lebih buruk.

Dalam surah Al Isra dan surah Luqman kita diperintahkan untuk berbakti pada kedua orang tua. Dalam arti benar-benar berbakti yang tingkatnya di atas patuh, menyenangi, membahagiakan. Sekarang saya tantang anda untuk melakukannya. Dan rasakan, apakah hidup anda lebih baik atau lebih buruk.

Dalam surah An Nisaa kita diperintahkan untuk taat pada ulil amri atau pemerintah. Gak usah ribut pake demo. Gak usah saling menyalahkan. Maukah anda menuruti perintah Allah ini sembari memaklumkan bahwasanya Allah lebih tau apa yang terbaik untuk kita daripada logika sesat kita.

Dalam surah An Nuur wanita diperintahkan untuk berhijab dan berjilbab. Dengan jilbab syar’i yang longgar dan tidak ketat. Sekarang saya mohon anda yang wanita untuk bersedia menjalankannya, tanpa perasaan “ah belum siap” karena siap itu datang setelah kita mengambil tindakan. Dan rasakan, apakah hidup anda lebih baik atau lebih buruk.

Dalam surah Luqman juga kita diperintahkan untuk bersyukur. Sekarang cobalah terapkan, minimal sesaat setelah bangun dari tidur dan sesaat sebelum pergi tidur, coba pikirkan hal-hal apa yang patut anda syukuri hari itu.  Dan rasakan, apakah hidup anda lebih baik atau lebih buruk.

Tolonglah saya, tidak mungkin saya sebutkan semua perintah, petunjuk, pesan, dan nasihat Allah yang sudah tertulis dalam Al Quran yang mungkin berdebu karena tidak pernah kita sentuh. Atau malah hilang karena tidak kita anggap sepenting buku favorit kita?

Berwudu’lah, kemudian bacalah Al Quran. Yang saya maksud adalah lafalkan dalam bahasa Arabnya. Jika anda belum mengerti bahasa Arab maka baca juga terjemahnya. Dilarang keras hanya membaca terjemahnya saja!

Janganlah sombong dan merasa itu hanya nasihat semu, semua orang tahu itu. Yakinlah dengan nasihat itu, dan cobalah praktikkan, lakukan.

Terakhir, saya ingin menjelaskan ayat dari surah Al Hadid di atas tadi. Kita semua makhluk Allah, baik yang di langit, di bumi, di darat, di laut, semua takdirnya sudah ditentukan Allah. Allah tahu apa yang terbaik untuk kita, walaupun itu dengan memberikan perasaan yang sakit, keadaan yang menderita, cobaan, bahkan kesenangan. Maka berbaiksangkalah pada Allah. Yakinlah bahwa setiap kondisi yang telah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi pada kita adalah cara terbaik yang Allah berikan untuk kita. Jalanilah hidup dengan tenang di atas bumi ini di bawah petunjuk Al Quran. Maka akhirnya anda akan bahagia selamanya.

Untuk menutup tulisan ini saya ingin menuliskan sebuah ayat yang menjadi penjamin tenangnya hati anda.

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Ar Ra’d: 28)

Maka ketika kita ditimpa kegalauan, mengadulah pada Allah, bacalah Al Quran. Karena esensinya, itu sebuah komunikasi. Ketika kita mengadu itu giliran kita berbicara, ketika membaca Al Quran itu artinya giliran Allah yang berbicara pada kita.

Semoga Allah memberikan selalu petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan kesalahan makna.

Semoga Allah melindungi kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s