Wasiat Penakluk Konstantinopel untuk Penakluk Roma

Wasiat penakluk Konstantinopel (Sultan Muhammad Al Fatih bin Murad) untuk penakluk Roma yang akan datang:

“Tak lama lagi aku akan menghadap Allah Subhanawata’aala. Namun, aku sama sekali tidak merasa menyesal karena aku meninggalkan pengganti sepertimu. Jadilah engkau seorang pemimpin yang adil, salih, dan penyayang. Rentangkan perlindunganmu untuk seluruh rakyatmu, tanpa kecuali.

Bekerjalah engkau untuk menyebarkan Islam karena sesungguhnya itu merupakan kewajiban para penguasa di muka bumi. Kedepankan kepentingan agama di atas kepentingan lain apapun. Janganlah kamu lemah dan lengah untuk terus menjalaninya. Janganlah sekali-kali engkau angkat jadi pegawaimu mereka yang tidak peduli dengan agama, yang tidak menjauhi dosa besar dan yang tenggelam dalam dosa. Jauhilah olehmu bid’ah yang merusak agama. Jauhi pula mereka yang menggodamu untuk memasukinya. Lakukan perluasan setiap jengkal tanah Islam dengan jihad.

Lindungi harta Baitul Maal jangan sampai dihambur-hamburkan. Jangan sekali-kali tanganmu mengambil harta rakyatmu kecuali sesuai ketentuan Islam. Pastikan mereka yang lemah dan fakir mendapatkan jaminan kekuatan darimu dan berikanlah penghormatanmu untuk siapa yang memang berhak.

Ketahuilah sesungguhnya para ulama adalah poros kekuatan di tengah tubuh negara maka muliakanlah mereka, semangati mereka. Bila ada dari mereka yang tinggal di tempat lain maka hadirkanlah dan hormatilah mereka, cukupilah keperluan mereka.

Berhati-hatilah, waspadalah jangan sampai engkau tertipu oleh harta benda maupun banyaknya tentara. Jangan sampai engkau jauhkan ahli syariat dari pintumu. Jangan sampai engkau sekali-kali melakukan satu hal yang bertentangan dengan hukum Islam karena sesungguhnya agama itulah tujuan kita, hidayah Allah adalah manhaj hidup kita dan oleh sebab itulah kita dimenangkan.

Ambillah dariku pelajaran ini. Aku hadir ke negeri ini bagaikan seekor semut kecil, lalu Allah memberi nikmat yang demikian besar ini maka berjalanlah seperti apa yang aku lakukan. Bekerjalah engkau untuk meninggikan agama Allah ini dan hormatilah ahlinya. Janganlah engkau hamburkan harta negara, berfoya-foya, dan menggunakannya melampaui batas yang semestinya. Sungguh itu semua adalah sebab-sebab terbesar datangnya kehancuran.”

Demi Allah, orang ini (Muhammad bin Murad) akan saya cari-cari di surga. Dari wasiat ini jelas sekali bahwa beliau adalah ahlussunnah dan benar-benar dalam ilmunya baik dalam agama maupun administrasi negara.

Dan jika kita lihat kondisi kita sekarang di Indonesia dibandingkan bagaimana seharusnya kondisi negara dan pemimpinnya pada wasiat beliau rahimahullaah, maka tidak tersisa bagi Indonesia selain kalimat terakhir dari wasiat beliau rahimahullaah: kehancuran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s