Kemuliaan Khadijah 2

Ketika orang-orang Quraisy mengembargo rasulullah di Syi`b[16] Abi Thalib, ia juga pergi ke sana bersama sang suami tercinta. Ia tinggal disana selama tiga tahun merasakan kepedihan bersamanya. Ia terus bersabar menghadapi semua kecemasan itu, bersabar meski sangat kelaparan dan dianiaya oleh sanak kerabat, ditambah lagi dengan rentanya masa tua, pedihnya kehilangan sanak saudara dan banyaknya kepahitan hidup serta kesedihannya disana.

Tapi, meski semua kepedihan itu, tak ada keluhan sedikitpun yang didengar darinya. Tak ada seorang pun yang melihatnya mengadu atau kesal terhadap hal itu.

Mestinya seperti inilah sifat para isteri itu. Yaitu selalu menolong suami mereka, meneguhkan kekuatan mereka saat diterpa fitnah, rela berkorban demi suami, dan mengeluarkan jiwa, juga segala yang mahal demi kebenaran yang dilalui suami.

Mampukah seorang wanita kaya yang selalu hidup mewah selain Khadijah, untuk meninggalkan semua kenikmatan dan kemewahan yang dimilikinya, demi mendampingi suami dalam masa-masa yang sangat pedih. Dan membujuknya agar senantiasa bersabar dalam menghadapi segala bentuk gangguan yang dirasakannya saat berada di jalan yang ia yakini bahwa itu adalah benar?!

 

selengkapnya 

alangkah hina diri ini lebih lemah dari wanita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s