Pemimpin untuk negara tetangga: Indonesia

Kami ingin bertanya apakah ada di antara teman-teman yang mendengar langsung atau melihat langsung aa gym mengatakan seperti yang dilansir di link berikut ini?

http://www.islamedia.co/2014/05/aa-gym-berikan-dukungan-terbuka-untuk.html?m=1

Sesungguhnya kami sangat malas ikut-ikutan dalam politik. Tidak ada artinya sama sekali bagi kami perihal dunia ini, bahkan gunung emas atau istana raja pun tidak menarik hati, akan tetapi yang menjadi candu bagi kami adalah rahmat dan keridaan Allah serta surga yang akan diberikannya kepada penolong agamanya. Sepertinya pemilu kali ini di negara Indonesia akan menjadi “perang agama”, antara agama Sunni Islam dengan agama-agama lainnya termasuk agama Syi’ah dan agama Liberal. Mulai tampak orang-orang beriman mendukung salah satu calon, sebagaimana tampak orang-orang sekuler mendukung calon yang lain. Kalau saja bukan karena dampak baik yang kami inginkan dari postingan kami ini, niscaya tidak akan kami berkomentar sedikitpun akan hal ini.

Hendaknya saudara seiman saya di Indonesia jangan cuma melihat visi misi calon presiden dan wakil presiden, tetapi juga meneliti bagaimana keislaman mereka. Apalah artinya visi misi yang bagus tetapi ternyata jika Islam menghukuminya sebagai munafik, fasik, apalagi kafir. Orang-orang yang seperti itu tidak akan segan-segan menyalahi janji yang mereka telah sampaikan dalam visi dan misi mereka. Bukankah percuma? Sebagaimana kita ketahui dalam fakta sejarah bahwa orang munafik, fasik, dan kafir sangat mudah menyalahi janji.

Adapun kewajiban kita sebagai seorang yang beriman adalah berdoa kepada Allah dengan tulus agar Allah Yang Mempunyai seluruh kekuasaan Memenangkan pemimpin yang terbaik untuk bangsa Indonesia dan umat muslimin di Indonesia. Sesungguhnya Allah Berkuasa terhadap segala sesuatu, Allah Mampu Menciptakan langit dan bumi, apalagi cuma menentukan seorang pemimpin di sebuah negara kecil bernama Indonesia, perkara yang sangat kecil dan mudah bagi-Nya. Namun, perlu digarisbawahi bahwa kita tetap perlu berdoa kepada Allah akan hal tersebut.

Setelah itu, marilah kita berusaha untuk memilih pemimpin yang kita yakini sebagai pemimpin yang terbaik untuk perkembangan negara Indonesia dan juga perkembangan agama Islam. Jangan sampai kerusakan yang terjadi di negara kami Nanggroe Aceh Darussalam (Al-Aatashiih) juga terjadi di negara Indonesia.

Sesungguhnya ada yang menanyakan, “Sebenarnya kita itu orang Indonesia yang muslim atau muslim yang ada di Indonesia?”

Kami menjawab, sesungguhnya kami adalah muslim yang sekarang kebetulan berada di negara Indonesia. Adapun negara asal kami adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Negara kami telah diambil kekayaannya, dirampas haknya, dibunuh warganya, dan dirusak moralnya oleh sebagian manusia dari negara kalian, Indonesia, wahai saudaraku.

Marilah kita berdoa sebagaimana Nabi Ibrahim ‘Alaihisalam berdoa yang diabadikan oleh Allah dalam QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Demi Allah kami tidak menyampaikan pesan ini kecuali untuk mendapatkan ridha Allah Subhanawata’ala, dan balasan kami hanya dari Allah. Kami bukanlah tim sukses salah satu calon dalam pemilu, akan tetapi kami adalah penyeru agar saudara-saudari kami tidak tergelincir ke dalam azab Allah dan sesungguhnya sangat ingin kami berkumpul bersama saudara-saudari kami di surga-Nya.

Dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan kepada kaum muslimin yang berkewarganegaraan Indonesia beberapa firman Allah dalam Al-Qur’an yang merupakan sumber hukum tertinggi yang mutlak harus dipatuhi oleh penganut agama Islam.

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” (Q.S. 3. ‘Aalii Imraan : 28)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” (QS. 4. An-Nisaa’ : 144)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” (QS. 5. Al-Maa-idah : 57)

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. 9. At-Taubah : 23)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” (QS. 58. Al-Mujaadilah : 22)

“Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.” (QS. 28. Al-Qashash : 86)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.” (QS. 60. Al-Mumtahanah : 13)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah-lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.” (QS. 3. Aali ‘Imraan : 149-150)

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS. 4. An-Nisaa’ : 138-139)

“…… dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS. 4. An-Nisaa’ : 141)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. 5. Al-Maa-idah : 51)

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu     karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu  nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. 60. Al-Mumtahanah : 1)

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat  keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. 58.  Al-Mujaadilah : 14-15)

Kami berlindung kepada Allah dari kesalahan dan kekurangan pada tulisan ini serta persangkaan buruk pembaca terhadap diri kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s